Kerajinan Tangan Membuat Lampu Dari Kardus | Ternyata bila kita ingin sedikit usaha serta kreatif kardus sisa juga bisa di proses jadi satu barang yang cantik serta berguna. pada kesempatan kali ini akan di bahas tentang pembuatan lampu gantung yang menggunakan kardus bekas. Karenanya, marilah kita siapkan alat dan bahannya terlebih dulu. Yang butuh Anda siapkan yaitu :
1. Kardus bekas
2. Penggaris
3. Pensil
4. Cutter
5. Cat semprot
6. Lem tembak
7. Kabel
8. Fitting
9. Lampu

Sesudah alat serta bahan untuk bikin lampu gantung darikardus sisadisediakan. Kita lanjut ke langkahselanjutnya, yakni bagaimanakah langkah pembuatannya :
1. Siapkankardus sisa, tandai dengan pensil membuat bagian persegi panjang. Dengan panjang 60cm serta lebar21cm lalu potong (untuk ukuran panjang serta lebar potongan bisa Anda cocokkan dengan keperluan).

2. tahap selanjutnya beri warna satu diantara segi dari potongan kardus itu dengan cat semprot. Tentukan warna cat sesuai sama selera Anda, lantas diamkan hingga cat betul-betul kering.

3. Tandai segi panjang kardu yg tidak dicat jadi lima sisi sama panjang, lalu garis dengan cutter namun ingat jangan sempat terpotong kardusnya. Hal semacam ini mempunyai tujuan supaya kardus bisa dilipat jadi bentuk segilima sama segi seperti yang tampak pada gambar di atas.

4. Bentangkan kembali kardus dari lipatan segilima lalu potong memanjang kardus jadi tujuh sisi dengan semasing sisi mempunyai ukuran panjang 60cm serta lebar 3cm.

5. Sesudah didapat potongan kecil-kecil, sambungkan antar ujung potongan itu hingga membuat segilima dengan segi yang di cat ada pada posisi sisi dalam. hingga ujung ketujuh potongan itu terhubung seluruhnya. Lalu susun ketujuhnya seperti yang tampak pada gambar di atas. Ini kelak bakal kita pakai juga sebagai frame/bingkai dari lampu gantung.
6. Setelah itu kita siapkan untuk bikin sisi atas dari kap lampu itu. Potong kardus dengan bentuk segilima sama segi dengan panjang sisi-sisinya 12cm, sesuai sama ukuran potongan frame yang sudah kita buat. Agar gampang kita jiplak ukuran frame segilima sama segi yang sudah di buat pada awal mulanya di atas kardus lalu tinggal dipotong memakai cutter.

7. Buat lubang ditengah-tengah sisi atas dari kap lampu yang sudah kita buat pada awal mulanya hingga ujung lampu bisa masuk ke fitting lalu lem fitting dengan kardus itu.
8. Tinggal kita gunakan frame yang sudah di buat dengan atasannya, serta rekatkan dengan lem tembak hingga terbentuk lampu gantung yang cantik seperti yang tampak pada gambar berikut ini.



Semoga kreasi Kerajinan Tangan Membuat Lampu Dari Kardus bermanfaat untuk para pembaca
reff : http://ragamkerajinantangan.blogspot.com/2014/10/Kerajinan-Tangan-Membuat-Lampu-Dari-Kardus.html
Cara membuat kerajinan tangan bingkai foto dari stick es krim, Bagi penggemar es krim mungkin tutorial berikut ini sangatlah berguna karena bahan yang akan kita gunakan untuk membuat kerajinan tangan berikut ini adalah stick es krim. Sayangkan jika stick es krim yang kita dapat dari es krim yang kita beli hanya berakhir di tempat sampah. Mending dibuat kerajinan tangan. Dan jika ditekuni, membuat karajinan tangan dari stick es krim juga bisa menjadi sumber pemasukan bagi sobat Deny's.
Ok, tanpa berpanjang lebar silakan ikuti tutorial cara membuat bingkai foto dari stick es krim berikut ini.
Bahan
Cara membuat bingkai foto dari stick es krim :
1. buatlah 2 pola seperti gambar dibawah ini


2. susun stick es krim pada pola pertama yang telah anda buat


4. tambah kan lagi stick es krim di atasnya

5. buat alas atau pondasi bingkai foto dengan munyusun stick es krim seperti pada gambar dibawah ini

6. letakkan atau pasang stick es krim yang telah anda buat pada tutorial membuat bingkai foto dari stick es krim no 1 - 4, jika sudah beri lem perekat.

7. Pasang foto melalui sela - sela stick es krim

8. selesai :)
Mungkin untuk anda yang pemula pekerjaan ini membutuhkan ketelatenan, namun jika anda sudah merasakan manfaat dari membuat kerajinan seperti ini anda bisa ketagihan untuk membuat lagi, lagi, dan lagi. Bahkan dengan bahan - bahan yang lain yang sebelumnya tidak pernah ada dibenak anda dan anda pikir ini akan sulit untuk dikerjakan. Untuk bahan dari stick es krim juga bisa anda buat kerajinan tangan tempat dvd juga lho.
Terima kasih telah berkunjung ke Blognya Deny's
Ok, tanpa berpanjang lebar silakan ikuti tutorial cara membuat bingkai foto dari stick es krim berikut ini.
Bahan
- stick es krim
- pulpen (pena)
- kertas
- lem
Cara membuat bingkai foto dari stick es krim :
1. buatlah 2 pola seperti gambar dibawah ini


2. susun stick es krim pada pola pertama yang telah anda buat

3. siapkan pola ke dua dan susun stick es krim seperti pada gambar dibawah ini

4. tambah kan lagi stick es krim di atasnya

5. buat alas atau pondasi bingkai foto dengan munyusun stick es krim seperti pada gambar dibawah ini

6. letakkan atau pasang stick es krim yang telah anda buat pada tutorial membuat bingkai foto dari stick es krim no 1 - 4, jika sudah beri lem perekat.

7. Pasang foto melalui sela - sela stick es krim

8. selesai :)

Terima kasih telah berkunjung ke Blognya Deny's
reff : http://denys-fajar.blogspot.com/2014/10/kerajinan-tangan-cara-membuat-bingkai.html
Ide Kreatif Memanfaatkan Bohlam Bekas - ragamkerajinantangan.com - Mungkin beberapa dari kita masih ada yang menggunakan bohlam lampu pijar sebagai penerangan di rumah, namun jika bohlam telah putus dan tidak bisa di gunakan kadang kita merasa bingung membuangnya karena khawatir pecah. Dari pada di buang sisa bohlam yang sudah tidak bisa di gunakan tadi ternyata bisa loh menghasilkan beberapa ide dan karya unik yang menarik. Di bawah ini ada beberapa contoh kreasi yang dapat di hasilkan dari sisa bohlam bekas, yuk simak lengkapnya di bawah ini :
1. Membuat Vas Bunga unik

Buatlah vas bunga dari berbagai bentuk bohlam, kemudian di berikan kawat sebagai penyangganya, isilah bohlam dengan air dan jangan lupa berikan bunga untuk penghiasnya
2. Mini Aquarium

Anda juga bisa loh membuat mini aquarium dari bohlam tentunya dengan ikan yang kecil juga ya.
Ide Kreatif Memanfaatkan Bohlam Bekas
3. Membuat Globe Snow

Di dalam bohlam bisa juga di buat kota atau rumah kecil dengan bahan clay anda bisa membuat rumah kecil dan di masukan ke dalam bohlam.
4. Lampu Minyak

Walaupun sudah di berfungsi sebagai lampu pijar sisa bohlam bisa di manfaatkan lagi sebagai lampu minyak loh..lumayan kan buat jaga - jaga saat mati lampu.
5. Tetharium Gantung

Ingin dekat dengan alam setiap saat...anda bisa memanfaatkan bohlam bekas sebagai media dari Tetharium dengan memberikan krikil kecil dan tanaman mini.
6. Tempat Bubu Dapur

Buat para ibu juga bisa memanfaatkan bohlam bekas ini sebagai media tempat penyimpanan garam merica atau gula.
7. Hiasan Origami

Agar terkesan lebih unik dan kreatif hasil membuat origami bisa juga loh di masukan ke dalam bohlam bekas sebagai penghias dalam kamar atau ruangan yang anda kehendaki
8. Membuat Balon Udara

Dengan membungkus bohlam bekas dengan kain atau kertas kado dan kemudian di gantung bisa menghasilkan sebuah miniatur balon udara sebagai penghias kamar anak.
Bagaimana cukup mudah bukan berkreasi dengan bohlam bekas dan bisa di manfaatkan sebagai penghias rumah kita, mulai sekarang jika ada bohlam yang putus jangan langsung anda buang namun bisa anda kreasikan sesuai dengan ide di atas atau sesuai dengan imajinasi anda sendiri
Demikianlah artikel dari blog ragamkerajinantangan, yang pada kesempatan kali ini membahas tentangIde Kreatif Memanfaatkan Bohlam Bekas. Semoga artikel ini bermanfaay untuk para pembaca sekalian.
Referensi :
http://www(dot)coupons(dot)com
reff : http://ragamkerajinantangan.blogspot.com/2015/11/ide-kreatif-memanfaatkan-bohlam-bekas.html
MEMBUAT DOMPET MUNGIL (BERUANG, BABI, BEBEK, TIKUS, DAN KUALA) DARI KAIN FLANEL

CARA MEMBUAT :

- Gabungkan masing-masing dua lembar bagian tangan/sayap. Jahit sekelilingnya. kecuali bagian yang akan diselipkan. Untuk dompet beruang. babi. tikus. dan koala. gabungkan masing.-masing dua lembar bagian telinga,jahit sekelilingnya kecuali bagian yang akan diselipkan.
- Pasang kancing pada badan belakang.
- Pasang bagian-bagian wajah. Buat lubang kancing.
- Gabungkan badan depan dengan belakang. Sambil menyelipkan tangan/sayap dan telinga. jahit sekeliling dompet.
reff : http://tusuksatebamboe.blogspot.com/2015/11/cara-membuat-dompet-mungil-beruang-babi.html
Cara Membuat Origami Kupu Kupu 1

Langkah langkah Cara Membuat Origami Kupu Kupu 1
1 ![]() | 2 ![]() | 3 ![]() |
4 ![]() | 5 ![]() | 6 ![]() |
7 ![]() | 8 ![]() | 9 ![]() |
10![]() |
Copyright Source image : Fumiaki Shingu
edited by : Pintar Origami
Cara Membuat Origami Kupu Kupu 1
reff : http://pintarorigami.blogspot.com/2012/06/cara-membuat-origami-kupu-kupu-1.html

Berawal memenangi suatu kompetisi, duo sahabat Maretta Astri Nirmanda dan Ivan Kurniawan akhirnya menekuni bisnis batik denim. Mengusung bendera Lazuli Sarae, mereka sukses memberikan inovasi dan terobosan pada pasar batik denim. Kini, produknya tak hanya laku di pasar lokal, namun sudah mulai merambah hingga ke mancanegara.
Awal terjun berbisnis batik bermula ketika Ivan membaca informasi ada kompetisi yang dibuat oleh Kementrian Perdagangan tentang Lomba Rencana Bisnis Kreatif 2010. Ia pun tertarik, lalu mengajak Retta untuk ikut lomba tersebut. Retta pun menyanggupi. Setelah diskusi Retta lalu mengusulkan untuk menggunakan tugas akhir rekan kampusnya yang bernama Gilang yang kemudian disepakati menjadi dasar ide bisnis mereka. Rencana bisnis yang mereka ajukan saat itu berjudul ?Eksplorasi Reka Batik Pada Material Denim?. Beruntung, mereka berhasil menang menjadi juara 2 dan mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 10 juta.
Setelah berhasil memenangi kompetisi itu, mereka tidak ingin hanya sekedar teori saja tapi langsung mengaplikasikannya dalam bentuk bisnis yang nyata. Ternyata, untuk mewujudkannya tidak mudah. Mereka sempat melakukan riset produk yang cukup memakan waktu dan juga biaya. Apalagi saat tes pasar, awalnya tidak ada yang membeli. Lalu untuk memudahkan semuanya, mereka sepakat mendirikan CV Lazuli Sarae dengan tambahan modal. Ivan mengingat, waktu itu modal awal yang dikeluarkan untuk biaya riset sampai dengan produksi menghabiskan sekitar Rp 60 jutaan. Itu pun juga tidak berasal dari kantong mereka pribadi tapi juga sempat mengajak teman-teman yg lain untuk ikut berinvestasi. Tak hanya modal yang menjadi permasalahan, tapi juga soal pengalaman untuk berbisnis karena tak satu pun dari mereka yang mempunyai backgroundbisnis. Retta adalah lulusan Kriya Tekstil ITB sedangkan Ivan sendiri mengambil jurusan Tehnik Informatika. Namun semuanya menjadi pengalaman berharga bagi keduanya. Proses trial & errorterus mereka lakukan agar bisa menjadi evaluasi. Menurut mereka, saat itu adalah masa-masa yang penuh tantangan.

Di antara tantangan yang mereka hadapi, antara lain banyak vendor yang tidak mau menerima pembuatan sample. Padahal, mereka berani membayar lebih tinggi. Mereka pun terus melakukan promosi. Saat promosi menggunakan jejaring sosial, mereka mengajak teman-teman sendiri sebagai model, bahkan tak jarang mereka pun juga ikut menjadi modelnya. Saat mengikuti bazar, ternyata produk mereka juga tidak banyak yang laku. Strategi bisnis yang mereka lakukan saat itu memang masih banyak yang perlu dievaluasi. Kala itu, semua bazar yang mereka ikuti tidak dipilah terlebih dahulu, bentuk kartu nama juga kurang menarik, display untuk bazar pun masih meminjam. Selain itu, saat produksi mereka mengandalkan personal order yang terbilang lama, bisa sampai sebulan selesainya.
Meski menyadari apa yang mereka lakukan banyak yang salah, tapi semuanya menjadi lesson learned bagi mereka. Semua pengalaman itu membuat mereka berbenah. Untungnya saat itu mereka juga ikut gerakan wirausaha nasional. Mereka pun memanfatkan mentoringdari para ahli yang ada di situ. Setelah itu mereka serius membuat katalog produk dan clothing line dengan bendera Lazuli Sarae serta mendirikan CV Sarae di tahun 2011. Mereka sepakat menggunakan brand Lazuli Sarae. Lazuli diambil dari kata lazhward, bahasa Persia yang artinya biru. Sementara saraedalam bahasa Sunda tempat mereka berasal yang artinya adalah bagus. Ketika digabungkan, nama itu pun bisa diterima universal karena tujuan mereka memang ingin go international. Namun, untuk mengawalinya mereka hanya ingin bisa diterima di pasar global dulu, sekaligus ingin mempopulerkan batik dengan denim di kalangan anak muda.
Setelah melihat perkembangannya semakin baik, Ivan pun memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan mulai makin serius menekuni bisnis ini. Ia berniat untuk fokus menjalankan Lazuli Sarae secara total, tidak hanya sebagai part time saat weekendsaja. Demikian juga pada Retta. Sejak awal melihat perkembangan bisnis ini, ia juga ingin fokus menjalankan Lazuli Sarae. Namun sayangnya saat itu ia masih terikat proyek dengan kantornya. Jadi pada waktu itu ia masih harus bekerja dan berbisnis dalam waktu bersamaan dan harus merelakan bolak-balik Jakarta-Bandung setiap minggu. Tentu saja semua pikiran, waktu dan tenaga pun habis terkuras. Retta yang pada akhirnya juga ikut resign dari kantornya pun menceritakan, keputusan untuk keluar dari pekerjaannya juga cukup berat karena ia harus bisa meyakinkan kedua orang tuanya bahwa pilihannya untuk membesarkan Lazuli Sarae adalah tepat.

Ivan pun juga mengalami masalah yang sama. Awalnya kedua orangtuanya juga kurang mendukung dengan keputsannya untuk resign. Ia sadar, setiap orangtua tentu ingin anaknya bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus. Akan tetapi, dengan seringnya mengajak komunikasi dan juga setelah mereka melihat sendiri kerja keras Ivan dan hasilnya, orangtuanya pun mendukung. Bahkan saat ini dukungan mereka sudah 100 %, termasuk mau ikut mempromosikan Lazuli Sarae ke semua orang. Baik Ivan maupun Retta, sama-sama bersyukur, semua yang mereka lakukan tidak sia-sia. Seiring dengan waktu, mereka pun semakin merasakan kemajuan yang cukup berarti. Mereka berhasil menunjukkan pada orangtua bahwa dengan berwirausaha mereka pun bisa maju. Meskipun banyak yang mengatakan bahwa tidak mudah membangun usaha, tapi dengan tekad yang kuat, akhirnya semuanya bisa mereka lakukan.
Pada bulan April 2011, Lazuli Sarae mendapatkan undangan dari Departemen Perdagangan untuk ikut dalam pameran Inacraft 2011. Mereka tidak menyangka pameran ini punya andil besar karena bisa membuat mereka mampu membaca keinginan pasar. Ternyata segmen Lazuli Sarae untuk anak muda dengan harga yang cukup mahal memang bisa dilirik oleh pasar. Dari Inacraft pula, akhirnya mereka semakin termotivasi dan semangat untuk terus memberikan inovasi. Apalagi produk mereka juga sangat laku. Dalam lima hari mengikuti pameran, omzetnya bisa mencapai Rp 20 juta. Itu merupakan pengalaman yang tidak terlupakan.
Dalam industri kreatif inovasi memang harus terus dilakukan. Sejak awal target Lazuli Sarae memang untuk segmen muda dan menengah ke atas. Namun setelah semakin luas membaca pasar, ada beberapa permintaan datang untuk produk Lazuli Sarae dengan harga yang lebih murah. Dari permintaan tersebut, hadirlah Biondy by Sarae. Dan ternyata produk dengan konsep yang lebih sederhana dan lebih terjangkau harganya ini, juga mulai diminati. Selain itu, maraknya tren busana muslim juga menjadi peluang tersendiri. Mereka pun tidak ingin ketinggalan momen tersebut. Sejak 2013 lalu, hadir juga koleksi busana muslim dari Lazuli Sarae. Inovasi lain yang mereka lakukan juga adalah dengan mendiversifikasi produk. Bila dulu hanya ada atasan pria dan wanita, sekarang variasinya mulai dari kemeja, dress, blazer, jaket, dan celana pendek. Tas dan juga aksesori pun juga sudah mulai dibuat yang ternyata juga direspons baik oleh pelanggan.

Adapun yang menjadi kelebihan Lazuli Sarae adalah, produk yang dibuat memiliki nilai-nilai filosofi dalam seluruh rancangan desain. Jadi, konsepnya komprehensif. Mulai dari pemilihan bahan dan material sampai motif batik juga mereka kreasikan sendiri hingga menjadi benar-benar ciri khas Lazuli Sarae, yakni batik on denim yang berkualitas. Beberapa motif batik seperti parang juga ikut dikreasikan. Maka mereka menjamin bahwa produk yang mereka hasilkan tidak asal jadi. Kelebihan lain, selain dari produk yang dihasilkan, mereka juga memiliki beberapa kampanye yang sering dilakukan di media sosial. Mereka terus mensosialisasikan batik kepada generasi muda. Seperti tagline Lazuli Sarae, local value modern spirit, yang artinya nilai kearifan lokal yang dimiliki batik lewat denim yang akrab dengan anak muda bisa menjadi semangat baru untuk para generasi muda.
Untuk pembagian tugas, mereka bagi sesuai dengan keahlian dan kemampuan masing-masing sehingga semuanya jadi maksimal. Ivan mengurusi bagian eksternal mulai dari marketing, sales, dan administrasi termasuk konten-konten yang ada di website dan sosial media. Sementara Retta yang kebetulan lulusan Kriya Tekstil, sibuk di bagian internal yang mengurusi bidang kreatif, desain sampai produksi. Tapi itu bukan menjadi patokan karena mereka juga saling membantu dan menyemangati satu sama lain.
Setelah memulai promosi dalam ranah online, seperti website dan media sosial, serta mengikuti berbagai pameran, dari situlah mereka bertemu dengan calon-calon customer dan juga para mitra yang kemudian menjadi resellerataupun jalan buat mereka untuk masuk ke consignment store. Saat ini consignment store yang menjadi channel penjualan Lazuli Sarae adalah Alun-Alun Indonesia, Pendopo Rumah Batik & Kerajinan di Living World Alam Sutera, Sarinah Thamrin dan Pejaten Village. Sedangkan untuk onlinejuga bisa didapatkan di Zalora, Rakuten dan Hijup.com.

Lewat Lazuli Sarae pulalah mereka berhasil memenangkan 3rd Place Honda Youth Startup Icon, Winner Shell LiveWIRE Business Startup Award, 100 Youth Women Netizen Berpengaruh di Indonesia versi majalah Marketers, Wanita Wirasuaha Femina, Mandiri Most Potential Entrepreneur dan Outstanding Designer at Indonesia Creative Week.
Rencana ke depannya mereka akan terus mengembangkan dan membuat inovasi pada produk yang telah mereka hasilkan ini. Selain itu, mereka juga ingin memperluas channel penjualan, tidak hanya lokal, regional, tapi akan mengusahakan juga agar bisa diterima di pasar Internasional. Seperti motto yang terus menyemangati mereka dalam berbisnis yaitu In business and life, chalenges and obstacles will never end, keep on trying, praying and believing that there is always ways to solve that. Jadi, apa pun nanti tantangan dan hambatan yang akan datang, mereka tidak akan pernah berhenti mencoba, berdoa dan meyakini bahwa suatu saat nanti semuanya pasti akan terjadi. Intinya, mereka ingin terus fokus dan mengembangkan Lazuli Sarae, semoga semua cita-cita goes global bisa tercapai.

contact us:
E-mail : info@lazulisarae.com
Phone : +628122030607
Twitter : @lazulisarae
E-mail : info@lazulisarae.com
Phone : +628122030607
Twitter : @lazulisarae
reff : http://indonesiaenterpreneur.blogspot.com/2014/11/retta-dan-ivan-perkenalkan-batik-denim.html















